Belajar Cara Menanam Sawi, Yuk!

Eragano > Uncategorized > Belajar Cara Menanam Sawi, Yuk!

Sawi merupakan tanaman hortikultura populer di Indonesia yang termasuk marga Brassica, tanaman ini dimanfaatkan daunya untuk dikonsumsi sebagai sayuran.  Hampir setiap orang gemar akan sawi karena rasanya segar dan banyak mengandung vitamin A, vitamin B, dan sedikit vitamin[1]. Menurut Nazaruddin[2] terdapat 3 jenis sawi yang banyak dikonsumsi dan dibudidayakan. Pertama, sawi putih dengan karakteristik memiliki daun berwarna hijau keputihan dan lebar, batang berwarna hijau dan pendek serta tegap dan rasanya enak. Kedua, sawi hijau memiliki batang yang pendek dan tegap, daunnya lebih hijau dari sawi putih, tangkai daun pipih, rasa agak pahit tapi banyak disukai konsumen. Ketiga, sawi huma atau sawi ladang yang memiliki batang panjang dan langsing, daunnya panjang sempit, warnanya hijau keputih-putihan. Jenis sawi huma lebih menyukai tanah yang kering atau ladang.

 

Tanaman sawi tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun dingin, sehingga dapat dibudidayakan di dataran rendah maupun di dataran tinggi, namun produktivitas lebih baik jika dibudidayakan di dataran tinggi[3] dan biasanya ditanam pada ketinggian 100 – 500 meter di atas permukaan laut. Tanah yang sesuai untuk penanaman sawi yaitu tanah yang gembur, banyak mnegandung humus, serta memiliki drainase yang baik. pH tanah yang optimal untuk penanaman sawi yaitu 6-7[4]. Selain itu, tanaman sawi juga tahan terhadap air hujan sehingga dapat ditanam sepanjang tahun. Namun penanaman pada saat musim kemarau harus di fasilitasi dengan penyiraman yang memadai agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat budidaya tanaman sawi:

 

  1. Benih

Perbanyakan tanaman sawi dilakukan dengan benih. Benih sawi diperoleh dari tanaman yang dibiarkan hingga berkembang dan akhirnya tua, berbuah dan menghasilkan benih. Namun benih sawipun sudah banyak yang menjualnya di pasar. Kebutuhan benih sawi per hektar hanya berkisar 650 – 700 gram.

 

  1. Persemaian

Sebelum ditanam di lahan/kebun, benih sawi perlu disemai terlebih dahulu pada media tanam yang disesuaikan. Biasanya media tanam untuk persemaian sawi dibuat dari pupuk kandang dan tanah yang telah dihaluskan dengan perbandingan 1:1. Sebaiknya, sebelum benih disebar direndam larutan Previcur N dengan konsentrasi 0,1% selama ±2 jam terlebih dahulu. Kemudian benih disebar/ditanam pada bedengan media tanam persemaian selama 2 – 3 minggu. Setelah benih tumbuh menjadi bibit yang sudah memiliki 4 helai daun barulah dipindahkan ke lahan atau kebun.

 

  1. Persiapan Lahan

Persiapan lahan dimulai dengan pengolahan lahan seperti pada umumnya yaitu dengan cara dicangkul sedalam 20-30 cm. Setelah itu dibuatkan bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan biasanya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjangnya menyesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

 

  1. Pemupukan

Pupuk dasar diberikan 3 hari sebelum tanam yaitu pupuk kandang dengan dosis 15-20 ton/ha atau dapat diganti dengan pupuk kompos. Pada umur 2 minggu setelah tanam, dilakukan pemupukan susulan dengan memberikan pupuk Urea 150 kg/ha. Pupuk KCl dan TSP juga bisa diberikan dengan dosis sepertiganya. Akan tetapi yang lebih penting ialah pemberian unsur hara N atau pupuk Urea karena sangat diperlukan untuk pertumbuhan sayuran ini[2]. Jika diperlukan tambahkan pupuk organik 3 liter/ha pada umur 10 atau 20 hari setelah tanam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

  1. Penanaman

Lakukan penanaman pada sore hari dengan memasukkan akar tanaman sampai batas leher akar (5 cm) dan ditanam dengan jarak tanam 10 x 15 cm atau 20 x 20 cm. Jika terdapat tanaman yang tidak tumbuh atau tumbuh tidak sempurna maka harus segara dilakukan penyulaman atau mengganti bibit tersebut dengan bibit yang baru.

 

  1. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman sawi terbilang cukup mudah. Penyiraman menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Penyiraman dilakukan pagi dan sore setiap hari agar kondisi tanah tetap lembab dan kebutuhan air tanaman terpenuhi. Selain itu, penyiangan lahan (pembersihan lahan dari gulma) dilakukan 2 minggu sekali dengan cara manual mencabut rumput dengan tangan[1].

 

  1. Hama dan Penyakit

Hama yang paling banyak menyerang tanaman sawi yaitu ulat, hal ini terlihat dari bentuk daun yang sudah berlubang-lubang atau robekan bekas gigitan ulat. Jika serangannya masih sedikit dapat dikendalikan secara manual, namun jika serangan sudah hebat maka harus menggunakan insektisida.  Sementara itu, penyakit yang sering menyerang tanaman sawi yaitu penyakit akar pekuk, bercak daun dan rebah semai. Pengendalian penyakit ini dapat menggunakan larutan WT Bakterisida dosis 10 ml/liter air dan WT Glio dosis 10 ml/liter air[2].

 

  1. Panen dan Pasca Panen

Tanaman sawi dapat dipanen pada umur ±40hari setelah tanam. Pertumbuhan tanaman yang baik dapat menghasilkan 1-2 ton/ha. Cara memanen tanaman sawi yaitu dengan mencabut seluruh bagian tanaman beserta akarnya atau memotong bagian pangkal batangnya maupun memetik daunnya satu per satu. Tanaman yang baru dipanen segera ditempatkan ditempat yang teduh agar tidak cepat layu. Selanjutnya lakukan pembersihan dan sortasi untuk memilah tanaman yang busuk maupun yang cacat. Selanjutnya sawi yang sudah bersih disimpan pada wadah plastik atau dapat berupa keranjang bambu atau karton berlubang-lubang untuk menjaga sirkulasi udara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

[1]Yuniarti, et al., 2012. Teknik Pengemasan Benih Rekalsitran untuk Transportasi. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Bogor. Bogor.

[2]Nazaruddin. 2003. Budidaya dan Pengantar Panen Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya. Jakarta.

[3]Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. 2008. “Budidaya Sawi Semi Organik”. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

[4]Perwitasari, B., Mustika, T., & Catur, W. 2012. “Pengaruh Media Tanam dan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassicahinensis) dengan sistem Hidroponik”. Agrovigor: 5(1): 14-25.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *