Rahasia Penyemprotan Pestisida Hemat dan Ampuh

Eragano > Budidaya Tanaman > Rahasia Penyemprotan Pestisida Hemat dan Ampuh

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam proses budidaya tanaman. OPT tersebut diantaranya adalah hama dan penyakit tanaman, serta gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan, bahkan menyebabkan kerugian saat panen. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah atau menangani serangan OPT pada tanaman. Salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh petani adalah penggunaan bahan kimia pestisida pada tanaman. Penggunaan pestisida pada kenyataannya sulit dipisahkan dari kegiatan pertanian masyarakat pada saat ini. Akan tetapi, sudahkah petani kita mengetahui teknik penggunaan pestisida yang benar?

Aplikasi pestisida sering dilakukan dengan cara penyemprotan larutan yang telah diencerkan langsung pada permukaan jaringan tanaman. Pada tanaman sayuran contohnya, sebagian besar petani melakukan penyemprotan dalam jumlah volume besar pada permukaan daun. Hal tersebut dikarenakan area daun merupakan bagian tanaman yang sering mengalami serangan hama maupun penyakt tanaman.

Gambar 1. Bagian-bagian Knapsack Sprayer.

Proses penyemprotan untuk pencegahan atau penanganan OPT biasanya dilakukan dengan menggunakan alat semprot, yaitu Knapsack Sprayer. Pestisida terlebih dahulu dilarutkan dengan air dan disimpan dalam tangki. Kemudian pompa pada tangki akan mengalirkan larutan melalui stik yang memiliki nozzle pada bagian ujungnya. Nozzle berfungsi sebagai pemecah larutan semprot sehingga dapat menghasilkan butiran-butiran halus (droplet) yang dapat didistribusikan ke bagian tanaman sasaran.

Teknik penyemprotan yang dilakukan oleh petani di lapangan sangat beragam. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas dan efisiensi penyemprotan adalah teknik pengarahan nozzle. Beberapa petani di lapangan mengarahkan nozzle dari bawah ke atas kemudian membalikkannya ke bawah. Sedangkan petani yang lain hanya mengarahkan nozzle di area samping atau atas tanaman saja.

Para petani kita di lapangan juga memiliki presepsi bahwa semakin banyak larutan yang disemprotkan maka tanaman yang dibudidayakan akan semakin tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh sebab itu, sebagian besar petani biasanya melakukan penyemprotan dengan jumlah volume yang tinggi, hingga daun terlihat sangat basah dan tampak ada tetasan larutan pestisida yang menetes dari tepi daun. Akan tetapi, ternyata teknik penyemprotan dengan cara tersebut, dapat meningkat jumlah volume pestisida sehingga biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Selain itu, jika larutan yang disemprotkan pada daun terlalu banyak dan menghasilkan tetesan pada bagian tepi daun, hal tersebut dapat menyebabkan banyak jumlah volume larutan pestisida yang tebuang.

A                                                                                                  B

C                                                                                                           D

Gambar 2. (A-C) Contoh teknik penyemprotan pada tanaman kentang dengan mengarahkan nozzle dari bagian atas tanaman, dan (B-D) dari sudut 45o bagian bawah tanaman.

Teknik penyemprotan larutan pestida sebaiknya dilakukan tepat pada sasaran dan tidak berlebihan. Sebagian besar hama tanaman sayuran menyerang melalui permukaan daun bagian bawah. Oleh karena itu sebaiknya pada saat penyemprotan, nozzle diarahkan ke permukaan daun bagian bawah. Untuk memudahkan penyemprotan dengan berjalan, nozzle sebaiknya diposisikan di bagian bawah tanaman dan diayunkan dengan sudut 45o. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan droplet tepat ke permukaan daun bagian bawah. Selain itu dengan diayunkan dari bagian bawah tanaman, droplet yang tidak mengenai daun bagian bawah, akan terlempar ke atas tanaman dan kemudian jatuh kembali tepat pada permukaan daun bagian atas.

Gambar 3. Contoh hasil penyemprotan yang merata pada daun tanaman kentang.

Teknik penyemprotan dari sudut 45o bagian bawah tanaman, tidak perlu menggunakan jumlah volume larutan yang besar. Namun, harus dipastikan droplet telah melapisi permukaan bagian bawah dan atas daun secara merata. Perlu diperhatikan bahwa untuk mendapatkan hasil yang merata, jenis nozzle yang digunakan juga harus sesuai. Nozzle yang memiliki satu lubang akan lebih sedikit menghasilkan droplet dengan butiran terlalu besar, sehingga permukaan daun akan cepat basah. Sedangkan nozzle yang memiliki banyak lubang akan menghasilkan butiran yang lebih halus dan merata. Nozzle yang sudah lama digunakan dapat menyebabkan ukuran lubang semakin membesar sehingga tidak lagi dapat menghasilkan droplet yang halus. Oleh karena itu penggantian nozzle secara rutin harus dilakukan. Selain itu, jika nozzle terbuat dari bahan logam, makan ukuran lubang akan lebih tahan lama dan tidak mudah membesar. Sedangkan jika nozzle terbuat dari bahan plastik, ukuran lubang akan mudah membesar.

 

Referensi

Prabaningrum, L., 2017, Pengaruh Arah Pergerakan Nozzle dalam Penyemprotan Pestisida terhadap Liputan dan Distribusi Butiran Semprot dan Efikasi Pestisida pada Tanaman Kentang, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Bandung Barat.

Yuliyanto, Kesuma, W. K., dan Sinuraya, R., 2017, Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Knapsack Sprayer dan Knapsack Motor pada Penyemprotan Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Citra Widya Edukasi, Vol. IX, No. 1.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *