Geo Tagging Lahan Pertanian

Eragano > Uncategorized > Geo Tagging Lahan Pertanian

Berbagai bentuk permasalahan di masyarakat yang berkaitan dengan kerusakan infrastruktur, permasalahan sosial, dan pencemaran lingkungan yang terjadi di masyarakat menyebabkan informasi kondisi wilayah terkini menjadi sangat penting untuk diketahui[1]. Apalagi informasi kondisi suatu wilayah itu sangat penting bagi petani di Indonesia, agar bisa melakukan penanaman di lokasi yang tepat. Untuk mengatasi lambatnya arus informasi yang masuk mengenai kondisi terkini keadaan suatu wilayah pertanian maka dibutuhkan partisipasi petani khususnya agar bisa memberikan informasi terkini melalui sebuah foto yang diambil dengan kamera ponsel atau yang disebut Geotagging. Apa itu geotagging? Apakah geotagging ini sudah familiar dikalangan petani?

Geotagging adalah gabungan fitur kamera yang dapat melakukan sinergi langsung dengan fitur GPS (Global Positioning System) guna memberikan informasi secara realtime dimana dan bagaimana kondisi sebuah objek atau lahan/kebun petani. Ponsel yang dilengkapi dengan fasilitas geotagging dapat digunakan untuk menghasilkan foto yang menyimpan informasi posisi data GPS, seperti garis lintang dan bujur, ketinggian, bantalan, jarak, akurasi data, dan nama tempat. Banyak ponsel yang dilengkapi dengan fitur GPS dapat menambahkan informasi lokasi ke dalam metadata foto, atau biasa disebut dengan data EXIF, secara otomatis sehingga lokasi foto tersebut dapat ditampilkan ke dalam peta[1]. Melihat pengertian diatas sudah tentu petani sekarang dituntut untuk harus melek teknologi, betul? karena untuk melakukannya perlu teknologi smartphone yang sudah dilengkapi fitur GPS. Lalu apakah petani sudah familiar dan melakukan geotagging di lahannya masing-masing? Jawabannya belum. Hal ini terlihat ketika Eragano bersama tim blusukan ke daerah-daerah pertanian, berdiskusi langsung dengan petani, dan mensosialisasikan program Petani Go-Online ke petani-petani di seluruh Indonesia bersama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO), ternyata banyak faktor dan tantangan yang dihadapi petani Indonesia untuk lebih dekat dengan teknologi. Di daerah pertanian yang termasuk daerah pelosok, hanya segelintir petani saja yang memiliki handpone yang canggih, selain susahnya mencari sinyal, faktor usia petani yang lanjut juga menjadi salah satu kendala. Namun dibeberapa daerah pertanian kota yang sudah maju banyak sekali petani yang sudah memiliki smartphone dan didukung sinyal yang lancar. Hanya saja penggunaan smartphone tersebut belum optimal digunakan untuk kepentingan bertani, masih sebatas untuk alat komunikasi dan media sosial. Ada beberapa petani yang sudah mulai rajin menggunakan aplikasi pertanian seperti aplikasi pintar Eragano dan aktif bertanya kepada ahli pertanian secara online, namun masih sangat sedikit petani yang melakukan geotagging. Padahal manfaat geotagging lahan pertanian itu banyak loh, apa sajakah itu?

  1. Sebagai acuan dalam pembuatan dalam pembuatan peta pertanian,
  2. untuk mengetahui letak lahan/kebun secara akurat berdasarkan titik koordinat lokasi pada peta melalui pengunaan GPS,
  3. untuk mengetahui informasi kondisi sebenarnya di wilayah/lokasi penanaman tertentu,
  4. dapat menjadi acuan lokasi penanaman apakah aman untuk dilakukan penanaman atau tidak diwilayah tersebut,
  5. untuk menjadi acuan budidaya mengenai komoditas yang cocok ditanami di daerah tersebut beserta perawatannya,
  6. dapat mengetahui besaran satuan lahan, misalnya dalam bentuk hektar, sehingga luasan lahan bisa terukur,
  7. mempermudah melihat jarak lahan antar masing-masing petani jika bertani secara kelompok,
  8. mempermudah perusahaan berbasis pertanian jika ingin berkunjung ke lahan dan bekerja sama dengan petani,
  9. mempermudah investor atau orang luar yang tertarik dibidang pertanian untuk menanamkan modalnya dipetani dan melakukan survey lahan.

Banyak sekali metode yang bisa dilakukan dalam untuk pengambilan geotagging, bisa menggunakan GPS saja langsung menandai di aplikasi maps, bisa menggunakan kamera yang di setting terlebih dahulu agar titik koordinatnya muncul, dan masih banyak jenis aplikasi GPS CAM gratis yang bisa diunduh melalui playstore maupun appstore. Tak mau ketinggalan, Eragano pun mempunyai aplikasi geotagging sendiri dan dapat diunduh di playstore dengan nama “Eragano Kios” aplikasi pengatur supply dan demand petani Eragano yang disertai dengan fitur geotagging. Sehingga petani dapat dengan mudah melakukan proses geotagging sendiri dilahannya melalui aplikasi tersebut. Tentu saja pada pelaksanaanya akan dipandu terlebih dahulu sehingga petani tidak perlu khawatir jika mengalami kesulitan. Nah setelah mengetahui berbagai manfaat dari getogging lahan itu sendiri, apakah para petani masih ragu-ragu untuk lebih dekat dengan teknologi? Mudah-mudahan dengan adanya informasi ini dapat memicu semangat petani untuk lebih cerdas dalam berteknologi.

 

 

Referensi

[1]Mardani, Ari. “Sistem Informasi Geografis Pelaporan Masyarakat (SIGMA) Berbasis Foto Geotag”. Jurnal Teknik Elektro Fakultas Tekni Universitas Tanjungpura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *