Budidaya Tomat: Pemeliharaan Tanaman

Eragano > Budidaya Tanaman > Budidaya Tomat: Pemeliharaan Tanaman

Pupuk yang digunakan dalam penanaman tomat yaitu pupuk kandang 30 ton/ha dan pupuk NPK 15:15:15 dosisnya 1 – 1,2 ton/ha , atau menggunakan pupuk tunggal urea 125 kg/ha, ZA 300 kg/ha, TSP 250 kg/ha, dan KCl 200 kg/ha. Pupuk kandang, setengah dosis pupuk urea dan ZA, serta seluruh pupuk TSP dan KCl diberikan sebagai pupuk dasar. Pupuk ditempatkan dalam lubang tanam pada 2 – 7 hari hari sebelum tanam. Kemudian sisanya yaitu pupuk urea dan ZA diberikan pada saat tanaman berumur 4 minggu setelah tanam dengan cara ditugal 10 cm di kiri dan kanan tanaman. Sementara itu, pemeliharaan tanaman tomat meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, perompesan tunas liar, serta pemberian ajir [1].

  • Penyiraman dilakukan setiap hari hingga tanaman tumbuh normal, selanjutnya tanaman disiram sesuai kebutuhan.
  • Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang sakit, mati atau pertumbuhannya tidak normal sehingga populasi tanaman tetap normal. Penyulaman dilakukan hingga tanaman berumur 2 minggu.
  • Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah dan pemupukan susulan.
  • Pembuangan tunas liar dan tunas yang tidak menghasilkan buah dilakukan beberapa kali sehingga dalam satu tanaman hanya tertinggal 1 – 3 cabang utama.
  • Pemberian ajir bertujuan agar tanaman tumbu tegak. Ajir biasanya dibuat dari bambu dengan panjang 1 – 1,5 m.

Selain pemeliharaan tanaman, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) juga penting dilakukan, mengingat terdapat banyak OPT pada tanaman tomat diantaranya kutu kebul, pengorok daun, ulat grayak, ulat buah tomat, penyakit busuk daun, penyakit layu, dan virus kuning. Cara pengendaliannya sebagai berikut:

  • Pengendalian secara fisik mengumpulkan ulat kemudian memusnahkannya.
  • Menanam tanaman tagetes (Tagetes erecta) di sekeliling pertanaman tomat untuk mencegah serangan hama armigera.
  • Memanfaatkan musuh alami predator Menochilus sexmaculatus untuk mengendalikan Bemisia tabaci.
  • Menggunakan perangkap kuning.
  • Menggunakan pestisida nabati jika OPT sudah terlalu banyak.

 

[1]Teknologi Produksi Tomat. 2017. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[2]Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2011. Teknologi Budidaya Tomat.

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Isi%20poster/MP-30%20Budidaya%20tomat-KRPL.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *