Budidaya Tomat: Persiapan Tanam

Eragano > Budidaya Tanaman > Budidaya Tomat: Persiapan Tanam

Tomat (Solanum lycopersicum L.) termasuk sayuran buah yang paling digemari oleh setiap orang karena rasanya yang enak, seger, dan sedikit asam sehingga mempunyai daya tariknya sendiri. Tahukah kamu, selain banyak digunakan dalam hal masak-memasak, tomat juga mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan dan kecantikan karena mengandung banyak gizi dan vitamin. Hal ini tentu menjadi peluang yang sangat besar bagi petani di Indonesia untuk membudidayakan sayuran buah yang satu ini. Namun bagaimanakah tata cara budidaya tomat yang baik dan benar?

Syarat Tumbuh

Tanaman tomat memerlukan sinar matahari yang cukup, jika kekurangan sinar matahari akan menyebabkan tanaman ini mudah terserang penyakit baik parasit maupun non parasit. Karena sinar matahari sangat penting dalam pembentukan vitamin C dan karoten pada buah tomat.  Kondisi tanah yang ideal untuk menanam tomat yaitu pada tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung unsur organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. pH tanah yang dibutuhkan antara 6 – 7[1], jika pH tanah kurang dari 5,5 dapat ditambahkan kapur pertanian atau dolomit 1,5 ton/ha pada 3 – 4 minggu sebelum tanam. Suhu optimum untuk pertumbuhannya berkisar antara 20 – 250C, kelembaban udara sekitar 80%. Waktu tanam perlu diperhitungkan dengan cermat agar saat tanaman berbunga dan berbuah jatuh pada musim kemarau, tetapi masih ada sedikit hujan[1].

Varietas dan Benih

Varietas tomat cukup banyak, pilihkan varietas yang sesuai dengan lokasi penanaman dan permintaan pasar. Kebutuhan benih berkisar 100 – 150 gram/ha. Beberapa varietas unggul tomat yang dapat dikembangkan antara lain[1]:

  • Zamrud, potensi hasil 30 – 35 ton/ha, umur panen 59 – 61 hari, cocok untuk dataran rendah.
  • Opal, potensi hasil 30 – 50 ton/ha, umur panen 58 – 61 hari, cocok untuk dataran rendah.
  • Mirah, potensi hasil 30 – 35 toh/ha, umur panen 55 – 59 hari, cocok untuk dataran rendah.
  • Tosca, potensi hasil 30 – 40 ton/ha, umur panen ± 75 hari, cocok untuk dataran tinggi.
  • Ruby, potensi hasil 30 – 40 ton/ha, umur panen ± 75 hari, cocok untuk dataran tinggi.
  • Topaz, potensi hasil 30 – 40 ton/ha, umur panen ± 75 hari, cocok untuk dataran tinggi.

Persemaian

Pada budidaya tomat harus dilakukan persemaian terlebih dahulu agar benih lebih kuat ditanaman di lahan luas. Untuk menyemai benih tomat perlu dibuatkan bedengan dengan media campuran tanah dan pupuk kandang/kompos dengan komposisi 1:1. Sebelum disemai benih direndam air hangat 500C atau larutan propamokarb hidroklorida 1 ml/l selama setengah jam. Benih lalu disebar selama 2 – 3 hari agar berkecambah. Bedengan juga baiknya diberi penutup plastik transparan agar terlindung dari paparan sinar matahari langsung maupun hujan.

Setelah berumur 7 – 8 hari, bibit dipindahkan ke dalam polibag kecil yang berisi media tanah dan pupuk kandang/kompos. Tiap polibag diisi satu bibit tomat dan disiram setiap hari agar kondisi media selalu lembab[1].

Pengolahan Tanah

Lahan atau kebun untuk penanaman tomat tidak boleh menggunakan lahan bekas penanaman tanaman sejenis terung-terungan (Solanaceae) agar penyakit tanaman sebelumnya tidak menular ke tanaman tomat. Lahan dibuat guludan-guludan dengan lebar 60 cm atau bedengan dengan lebar 120 – 160 cm dan panjangnya disesuaikan kondisi lahan. Tinggi guludan/bedengan 40 – 50 cm untuk penanaman musim hujan dan 0 – 20 cm untuk musim kemarau. Jarak antar bedengan 30 – 40 cm.   Jarak tanam dibuat 60 x 50 cm atau 80 x 40 cm. Jumlah tanaman tiap ha lahan berkisar antara 25.000 – 40.000 tanaman[1].

Penggunaan Mulsa

Penanaman pada musim kemarau dapat menggunakan mulsa jerami padi kering setebal 5 cm (10 ton/ha). Mulsa jerami ini disebar 2 minggu setelah bibit ditanam. Namun untuk penanaman dimusim hujan dapat menggunakan mulsa jerami atau mulsa plastik hitam perak yang dipasang sebelum bibit ditana[1].

Penanaman

Bibit tomat dipindahkan dari persemaian ke lahan setelah berumur 3 – 4 minggu. Bibit serta media tanamnya dikeluarkan secara hati-hati dari polibag lalu dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup tanam[1].

 

[1]Teknologi Produksi Tomat. 2017. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

[2]Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2011. Teknologi Budidaya Tomat.

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Isi%20poster/MP-30%20Budidaya%20tomat-KRPL.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *