Budidaya Paprika: Persiapan Tanam

Eragano > Uncategorized > Budidaya Paprika: Persiapan Tanam

Paprika atau Capsicum annum var. grossum L. siapa yang tak kenal sayuran yang satu ini? Sayuran yang sering kita temui di restoran-restoran ini ternyata berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan loh! Bahkan disana sudah banyak spesies paprika yang dibudidayakan beratus tahun sebelum Columbus mendarat di benua tersebut, kemudian paprika menyebar ke Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang suka makanan pedas menjadi salah satu faktor para petani Indonesia mulai meminati penanaman paprika. Meskipun jika dibandingkan dengan permintaan jenis cabai lain, jumlah permintaan paprika masih lebih kecil, namun luas penanaman paprika terus berkembang seiring dengan permintaan pasar yang meningkat, mengingat paprika ini termasuk jenis sayuran yang sering digunakan pada makanan level menengah ke atas seperti pada pizza, burger, salad-saladan, dan lain-lain yang peminatnya terus meningkat. Nah, salah satu upaya untuk meningkatkan produksi paprika adalah melalui intensifikasi lahan dan teknologi budidaya yang salah satunya adalah penanaman dalam greenhouse. Keuntungan penanaman dalam greenhouse sangat banyak diantaranya bisa memanfaatkan lahan yang sempit, penanaman tidak bergantung musim, pertumbuhan tanaman terkontrol, hama dan penyakit terkontrol dan dapat dikendalikan serta harga jual komoditinya lebih tinggi dibandingkan dengan yang penanaman tradisional[1]. Lalu apa sajakah yang perlu diperhatikan saat budidaya paprika dalam greenhouse?

  • Syarat Tumbuh Tanaman Paprika

Paprika termasuk tanaman semusim yang dapat tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1500 mdpl, kelembaban udara 80%, pada kondisi tanah mediteran dan aluvial dengan tanah lempung berpasir atau liat berpasir[2]. pH yang cocok bagi pertumbuhan tanaman paprika yaitu diantara 6 – 7, temperatur 16 – 250C[3] serta curah hujan 250 mm/bulan dan intensitas matahari 22 -30% dari intensitas sinar matahari total yang diterima.

  • Pemilihan Varietas Paprika

Tanaman cabai paprika memiliki banyak sekali jenis varietas dan tentunya masing-masing varietas ini memiliki keunggulan masing-masing dalam hal kemampuan berproduksi, bentuk/tipe buah, bobot buah, rasa buah, daya adaptasi terhadap lingkungan, dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Bentuk, warna, ukuran buah paprika sangat menentukan harga jual paprika itu sendiri. Ada beberapa kultivar paprika yang saat ini ada di pasaran. Kultivar paprika yang berwarna merah diantaranya Edison, Chang, Spartacus, Athena, dan Spider. Kultivar paprika berwarna kuning yaitu Sunny, Capino, Goldflame, dan Manzanila. Sementara itu kultivar paprika yang berwarna orange ada Magno dan Leon[1]. Oleh karena itu, perlu dipertimbangan target pasarnya kemana agar tidak salah pilih varietas.

  • Persemaian

Tanaman paprika perlu dilakukan persemaian sebelum di lakukan penanaman. Penyemaian benih dilakukan di dalam rumah persemaian yang terpisah dari rumah penanaman. Di dalam rumah persemaian dibuat meja-meja dengan ukuran lebar dan tinggi masing-masing 1 m dengan panjang di sesuaikan dengan tempat. Perlu dilakukan sterilisasi peralatan terlebih dahulu sebelum memulai persemaian. Tujuh hari sebelum semai, tempat dan meja persemaian disemprot formalin 3%. Kemudian tiga hari sebelum semai, tempat dan meja persemaian di semprot fungisida Previcur (1 ml/L). Dua hari sebelum semai, baki persemaian, pinset, baki plastik, hand sprayer dan peralatan lainnya direndam dalam air suam-suam kuku selama 1 jam. Sebelum disemai, benih paprika direndam di dalam air suam-suam kuku selama 30 menit lalu ditiriskan, setelah itu dimasukan ke dalam baki semai. Pada umur 10 – 12 hari setelah semai (bibit tumbuh rata dan mempunyai 2 helai daun), baki persemaian diletakkan di tempat terbuka, untuk dibiarkan beradaptasi dengan lingkungan selama 2-3 hari[4].

  • Penanaman

Penanaman paprika dalam greehouse dilakukan di polybag dengan media tanam arang sekam dengan alas bata merah atau batako. Sehari sebelum penanaman, dilakukan penjenuhan media tanam dengan pupuk AB Mix pH 5,8 dan EC 2. Media tanam dibasahi dengan larutan pupuk tersebut hingga merata. Penanaman baiknya dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00, agar suhu dalam greenhouse relatif rendah sehingga tanaman tidak layu. Bibit paprika yang dapat dipindahkan untuk ditanam di greenhouse setelah memiliki 5 helai daun atau sekitar enam minggu setelah semai. Jarak antar polybag 1,2 m x 0,5 m dengan diameter polybag 30 cm[1].

 

Referensi

[1]Sebayang, Lukas. 2014. Bercocok Tanam Paprika In Greenhouse. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara.

[2]T.K. Moekasan. 2003. “Budidaya Tanaman Sayuran dengan Sistem Semi Hidroponik”. Makalah yang disampaikan pada acara Temu Aplikasi Paket Teknologi Pertanian. BPTP Jakarta. 23 Desember 2003.

[3]Prihmantoro, H. & Y. H. Indriani. 2000. Paprika Hidroponik dan Non Hidroponik. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

[4]Muchjidin Rahmat., Rusli Nyak H., Nikardi Gunadi., T.K. Moekasan., Prabaningrum,. Anas D. Susila., Yogawati D. Agustini., Enung Hartati S.,  Siregar Irma., Novia Yosrini., Popy Suryani S., Adityo Utomo., Dadan Hidayat., Mimin Pakih., Pidio Leksmono., Wawan Suherman., Nono Suryono., Andi Permadi., Asep Tisna., Citra., Suplihaz., Dedin. 2006. “Standar Prosedur Operasional (SPO) Paprika di Greenhouse”. Departemen Pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *