Panen dan Pascapanen Budidaya Jagung

Eragano > Uncategorized > Panen dan Pascapanen Budidaya Jagung

Penanganan panen dan pascapanen yang tidak tepat tentu akan berakibat besar pada rusaknya komoditas dan penurunan jumlah produksi yang mengakibatkan kerugian. Terutama penanganan panen dan pasca panen jagung kering atau jagung pipil harus sangat diperhatikan. Mengingat tinggi rendahnya harga jual jagung sangat bergantung pada kualitas jagungnya sendiri. Biasanya semakin rendah kadar air jagung pipil dan kondisinya bersih maka harga jualnya pun tinggi. Sebaliknya semakin tinggi kadar air jagung akan semakin murah harga jualnya. Selain itu, kadar air yang rendah akan menyebabkan tumbuhnya jamur maupun virus sehingga menyebabkan busuknya jagung. Berikut ini panduan panen dan pascapanen jagung agar kualitas jagung tetap terjaga baik.

  • Panen

Jagung yang telah siap panen atau disebut masak fisiologis ditandai dengan daun jagung/klobot telah kering, berwarna kekuning-kuningan, dan ada tanda hitam dibagian pangkal tempat melekatnya biji pada tongkol. Biasanya jagung dipanen umur 95 – 105 hari setelah tanam pada dataran rendah dan di dataran tinggi pemanenan dapat dilakukan pada umur 115 – 120 hari setelah tanam. Cara pemanenan jagung yaitu memutar tongkol berikut kelobotnya atau mematahkan tangkai buah jagung.

 

  • Pascapanen

Setelah jagung dipanen, hal pertama yang harus dilakukan yaitu memisahkan (sortasi) jagung yang layak jual atau kondisi baik dengan jagung yang kondisi tidak baik atau busuk, selanjutnya jagung yang kualitas baik dilakukan penanganan pascapanen lanjutan, diantaranya:

Pengeringan

Biasanya pengeringan jagung dilakukan dalam bentuk gelondong maupun dalam bentuk butiran setelah jagung dipipil. Cara pengeringan petani jagung, umumnya dikeringkan di ladang mengandalkan cahaya matahari langsung. Namun biasanya jika menggunakan cara ini jagung masih rentan ditumbuhi jamur, serangan hama, dan kotoran terutama jika telat mengangkat ketika hujan tiba. Melalui cara pengeringan ini, kadar air jagung hanya bisa mencapai 17% saja dan tentunya kadar air tersebut masih tinggi. Sementara itu, terdapat pengeringan modern yang sudah mulai diminati petani yaitu menggunakan mesin pengering. Mesin pengering ini sangat mudah digunakan, jumlah tonase jagung yang dikeringkannya pun bisa dalam jumlah besar 1 – 8 ton per sekali pengeringan, bisa mengatur kadar air yang diingankan, aman jika langsung disimpan, dan tentunya terhindar dari serangan jamur dan hama. Hanya saja petani perlu mengeluarkan cost lagi untuk biaya sewa pengeringan ini. Sehingga hal ini bisa menjadi pilihan alternatif petani dalam melakukan pengeringan jagung

Pemipilan

Pemipilan merupakan kegiatan memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Pemipilan dapat dilakukan dengan cara tradisional maupun modern. Secara tradisional pemipilan jagung dilakukan dengan tangan atau alat bantu lain yang sederhana seperti kayu, pisau, dan lain-lain sedangkan pemipilan modern dilakukan dengan mesin pipil yang disebut Corn Sheller yang dijalankan dengan motor.

Penyimpanan

Penyimpanan jagung pipilan untuk konsumsi (pangan maupun pakan) dapat dimasukkan dalam karung yang disusun secara teratur atau dapat pula disimpan dalam bentuk curah dengan sistem silo. Penyimpanan ini dapat berfungsi sebagai pengendali harga pada saat harga di pasar jatuh karena kelebihan stok. Setelah harga jual membaik, barulah jagung yang disimpan dilepas ke pasaran.

Persyaratan Mutu Jagung SNI

Persyaratan mutu jagung juga ada standarnya loh! yaitu harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) diantaranya produk harus terbebas dari hama dan penyakit, bebas dari bau busuk maupun zat kimia lainnya, bebas dari bahan dan sisa-sisa pupuk maupun pestisida, serta beberpa komponen lainnya pada tabel berikut. Oleh karena itu penanganan panen dan pascapanen yang tepat akan meningkatkan dan menjaga kualitas jagung serta meningkatkan harga jual jagung sehingga petani akan mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *