Pemeliharaan Saat Budidaya Jagung

Eragano > Uncategorized > Pemeliharaan Saat Budidaya Jagung

Seperti tanaman pada umumnya, tanaman jagung pun perlu diperhatikan pemeliharaanya saat budidaya berlangsung. Sebetulnya pemeliharaan tanaman jagung tidak begitu sulit, namun tetap harus telaten, jika ada satu hal saja yang kurang tepat dalam pemeliharaanya dapat berakibat pada hasil produksi. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat pemeliharaan tanaman jagung?

  • Pemupukan

Pemupukan diberikan dengan cara ditugal sedalam 5 cm sekitar 20 cm di samping pangkal tanaman dan ditutup dengan tanah. Pemberian pupuk dilakukan dengan takaran berikut ini:

  1. Takaran pupuk bila menggunakan pupuk Urea, SP 36, dan KCl
  2. Takaran pupuk bila menggunakan pupuk NPK 15:15:15 (Phonska)

Pemupukan ke-3 yaitu pada saat umur tanaman 45 – 50 HST dibantu dengan menggunakan alat Bagan Warna Daun (BWD) untuk mengetahui jumlah/dosis kebutuhan pupuk Urea yang tepat. Dari alat BWD tersebut akan melihat kesamaan warna daun jagung pada tanaman dengan warna daun pada alat BWD. Jika warna daun jagung tersebut hijau kekuningan maka diberikan pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha, jika berwarna hijau saja maka diberikan pupuk urea sebanyak 125 kg/ha, sedangkan jika daun berwarna hijau gelap diberikan tambahan pupuk urea sebanyak 100 kg/ha. Mudahkan?

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan setelah usia tanaman 7 hari setelah tanam dengan cara mengganti benih tanaman yang tidak tumbuh (mati) atau tumbuh tidak sempurna (abnormal) dengan benih yang baru. Penyulaman yang terlambat lebih dari 15 hari setelah tanam akan menyebabkan pertumbuhan tidak merata dan menyulitkan kegiatan pemeliharaan selanjutnya. Cara melakukan penyulaman yaitu membuat lubang tugal pada bekas lubang tugal yang benihnya tidak tumbuh kemudian masukan 1 – 2 butir benih baru sambil ditimbun dengan tanah.

  • Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan dimaksudkan untuk membersihkan atau mencabut seluruh gulma yang menganggu tanaman jagung namun harus dilakukan secara hati-hati agar tidak perusak perakaran tanaman jagung. Sedangkan pembumbunan bermaksud menggemburkan tanaman jagung dengan cara tanaman-tanaman gulma yang telah di kumpulkan dan dikomposkan ditimbunkan pada bidang pangkal tanaman sehingga membentuk guludan kecil agar memperkokoh batang tanaman. Penyiangan dan pembumbunan ini dilakukan bersamaan dan sebanyak 2 kali perlakukan selama masa pemeliharaan jagung. Penyiangan dan pembumbunan pertama dilakukan pada saat umur tanaman 15 – 20 hari setelah tanam, sementara penyiangan dan pembumbunan kedua dilakukan pada saat umur tanaman 25 – 30 hari setelah tanam. Jika kondisi gulma sangat hebat, maka dapat diberikan aplikasi herbisida paraquat atau gramoxone sebanyak 1 – 1.5 liter per ha. Namun penggunaan herbisida harus sangat hati-hati agar tidak terkenan tanaman jagungnya sendiri

  • Penjarangan

Penjarangan dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dengan mencabut tanaman yang bentuknya kecil-kecil (tidak normal) dan disisakan tanaman yang paling baik yang sesuai jarak tanam.

  • Pengairan

Tanaman jagung membutuhkan air yang cukup terutama pada fase vegetatif sampai pada masa pengisian biji dalam tongkol. Pengairan harus sangat diperhatikan apalagi jika sedang musim kemarau. Tanaman jagung yang mengalami kekurangan air dan mengalami kelayuan selama 1 – 2 hari pada periode pembungaan dapat menyebabkan penurunan hasil produksi sampai 22% atau lebih. Pengairan biasanya dilakukan 1 – 2 minggu sekali tergantung keadaan air tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *