Panggilan Hati, Seorang Stephanie Jesselyn Untuk Petani Kecil Indonesia

Eragano > Uncategorized > Panggilan Hati, Seorang Stephanie Jesselyn Untuk Petani Kecil Indonesia

Petani_Kupang_bersama_eragano

Mungkin benar kata orang, bentuk cita-cita tertinggi adalah panggilan hidup. Sepertinya itu yang terjadi pada saya. Berawal dari kesenangan menikmati keindahan lansekap alam yang dihiasi berbagai tanaman holtikultura, perlahan saya menjadi lebih kritis dan ingin mendalami kondisi kehidupan petani.

Ternyata, petani kecil yang sangat berjasa bagi kehidupan kita justru hidup memprihatinkan. Tanah mereka menyempit (kurang dari 0.5 hektar). Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi mereka harus bekerja untuk tuan tanah dengan upah yang sangat kecil. Mereka juga umumnya terlilit hutang kepada tengkulak; dan rentan terhadap resiko kerugian berupa busuknya tanaman karena tersimpan terlalu lama di tempat yang tidak memadai. Kondisi ini memanggil kepedulian saya sejak kuliah, dan akhkirnya bermimpi agar suatu saat saya ingin bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani, baik melalui Yayasan ataupun Bisnis.

Cita-cita itu tidak langsung saya jalankan. Selepas kuliah, saya mencari pengalaman dan wawasan terlebih dulu dengan bergabung di beberapa perusahaan dan start up besar. Di waktu luang saya tetap mengkonsep solusi untuk petani, dan akhirnya pada 2015 mulai mengembangkan Eragano, sebuah start up yang menyediakan end-to-end solution untuk kesejahteraan petani. Nama Eragano adalah doa, agar Eragano dapat menjadi pioneer yang memulai era baru (era) dunia pertanian yang lebih inklusif dan bisa mensejahterakan petani, seperti daun oregano yang memberikan nuansa kesegaran pada bumbu spageti.

Seperti yang umum terjadi pada cerita start up lain, beberapa pihak menilai Eragano adalah “ide gila”. Bagaimana tidak, petani kecil di Indonesia masih sangat jauh dari penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Handphone yang digunakan juga bukan Android. Namun saya memiliki gambaran panjang yang sangat jelas soal aplikasi ini, dan sejauh yang saya ketahui, Eragano adalah aplikasi teknologi pertanian end-to-end satu-satunya di Indonesia. Maksudnya end-to-end itu bagaimana?

Dengan menggunakan Eragano petani dapat:

2.1. Mengakses berbagai Sarana Produksi (saprodi) pertanian dengan pilihan yang lebih banyak dan harga lebih transparan. Eragano mengkurasi Saprodi (bibit, pupuk, dan obat-obatan) dari berbagai calon mitra, dan kemudian membantu pemasarannya kepada petani dengan harga yang sama atau lebih murah daripada akses eksisting yang dimiliki petani.

2.2. Mendapatkan tips teknologi pangan tepat guna, mencakup cara pengolahan lahan, menebar benih, pemupukan, penyiraman, penyemprotan pestisida (jika non-organik), pembuatan pestisida organik (jika organik), tips harian pemakaian pupuk dan obat-obatan secara kuantitas, frekuensi, serta kapan (misalnya pagi sebelum penyiraman, dll), yang disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu.

 2.3  Akses ke pasar dengan harga beli yang lebih tinggi daripada harga tengkulak. Petani mitra menggunakan Saprodi berkualitas dan mengamalkan pola tanam yang baik sesuai tips yang kami sediakan, sehingga kualitas dan kuantitas produksi mengalami peningkatan. Hal ini membuat produk petani bisa di-grading dan dapat dipasarkan dengan harga yang jauh lebih baik. Eragano memfasilitasi proses dealing dengan mitra pembeli (off-taker) untuk memastikan petani mendapatkan harga terbaik. Harga dari Eragano untuk petani bisa 20-260% lebih tinggi. Contohnya:

  • Jagung Sragen Rp2900/Kg di Tengkulak, Rp3500 di eragano
  • Tomat Pangalengan Rp500/Kg di Tengkulak, Rp1800 di eragano
  • Kentang di Garut Rp3500/Kg di Tengkulak, Rp5500 di eragano

 

2.4  Akses pinjaman formal dari bank dan Fintech. Eragano juga telah bermitra dengan lembaga keuangan yang berhasil diyakinkan untuk menyalurkan pinjaman kepada petani karena adanya kepastian pasar dan proyeksi pendapatan yang ditopang oleh data yang valid. Dengan ini, petani dapat mengakses pinjaman dengan biaya jasa 0.6-3% per bulan, jauh lebih murah daripada solusi eksisting mereka – pinjaman rentenir – yang bunganya 5-20% per bulan.

 

Bermodalkan pendataan valid dengan teknologi digital, kami berhasil membangun jaringan kemitraan yang efektif untuk menyediakan solusi dari hulu ke hilir (end-to-end) untuk petani: modal, akses saprodi, teknologi pangan, sampai pasarnya yang dimekas dengan konsep One Stop One Solution dalam aplikasi pintar eragano. Dengan begitu, Eragano dapat mensejahterakan petani dari dua jalur sekaligus: menurunkan biaya modal dan produksi, serta meningkatkan pendapatan.

Melalui pengalaman 3 tahun terakhir, Eragano juga sudah terbukti bisa menjadi solusi efektif atas masalah klasik rantai nilai pertanian di Indonesia yang dibayangi jeratan rentenir dan tengkulak yang menghimpit kehidupan petani. Perlahan namun pasti, Eragano adalah wujud nyata dari nilai yang ingin dibawa eragano“Sejahtera Bersama Petani”.

Hingga saat ini telah lebih dari 5000 Petani bermitra dengan kami, berasal dari berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Kupang NTT, Sulawesi dan sebagian Sumatera. Track Record juga menunjukkan kepiawaian tim kami, dimana 100% petani kami mampu membayar pinjaman kepada mitra pendanaan, sekitar 90% petani mitra mendapatkan pendampingan dari pra hingga pasca panen, dan 95% mendapatkan  kepastian pasar untuk menjual hasil panennya.

#eraganoGrowWithFarmers #SejahteraBersamaPetani

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *