Pupuk dan Pestisida Tanaman Wortel

Eragano > Uncategorized > Pupuk dan Pestisida Tanaman Wortel

Kebanyakan petani tertarik menanam wortel karena proses budidaya wortel yang relatif mudah. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya kondisi tanah. Jika tanah di lahan yang dimiliki tidak subur diperlukan proses pemupukan. Untuk dapat tumbuh secara maksimal, wortel memerlukan kondisi tanah yang optimal. Selain itu, sebelum proses penanaman, perlu dilakukan pemilihan kualitas bibit yang baik dan unggul. Tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan wortel yang optimal merupakan tanah yang tidak banyak tercampur pasir dan mengandung banyak kalium (K) dan sedikit kandungan nitrogen serta fosfor.

Dalam budidaya wortel, pilihlah pupuk yang memiliki sedikit kandungan nitrogen dan mengandung banyak kalium dan fosfor. Nitrogen mendorong tanaman untuk tumbuh lebih banyak sedangkan fosfat dan kalium mendorong pertumbuhan akar. Karena wortel adalah sayuran akar yang tumbuh di bawah permukaan tanah, fosfat dan kalium lebih dibutuhkan bagi pertumbuhan wortel. Terlalu banyak pupuk akan menghasilkan wortel dengan umbi bercabang dan berbulu. Setelah melakukan proses pemupukan, siram tanaman secara teratur. Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali. Pertama, lakukan pemupukan dasar dengan campuran pupuk kompos dan pupuk kandang dengan dosis 15-20 kg per hektar. Lakukan pemupukan susulan setelah tanaman berumur satu bulan dengan cara menaburkan pupuk kompos di permukaan bedengan di sekitar tanaman sebanyak 10-15kg per hektarnya.

Selain pemupukan, proses pengendalian hama tanaman juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan panen wortel. Dalam proses budidaya wortel sering ditemukan hama lalat, kutu daun, dan ulat. Sedangkan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman wortel yaitu benatoda bintil akar dan bercak daun.  Petani perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman, dengan cara melakukan proses penyemprotan dan pembasmian tanaman jagung yang sudah terinfeksi penyakit, tergantung pada jenis penyakit atau hama yang menyerang.

Hama/Penyakit

Pestisida

Ulat Menyemprotkan insektisida jenis furadan atau indofuradan sebelum dan sesudah penanaman benih
Lalat Menyiram tanaman menggunakan 120g polydol yang dicampur dengan 100 liter air
Kutu daun Melakukan penyiangan tanaman dan sanitasi lahan
Nematoda bintil akar Menggunakan nemasitida seperti 10g rigby atau 10g rochap
Bercak daun disinfeksi benih dengan menggunakan larutan fungisida dengan kandungan tembaga klorida 1/ml selama 5 menit

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *