Teknik Budidaya Tanaman Wortel

Eragano > Uncategorized > Teknik Budidaya Tanaman Wortel

Wortel (Daucus carota L.) adalah tumbuhan jenis sayuran umbi yang biasanya berwarna kuning kemerahan atau jingga kekuningan dengan tekstur serupa kayu. Bagian yang dapat dikonsumsi dari tanaman ini adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel merupakan sumber vitamin (A,B,C) dan beta karotin. Wortel juga  mengandung vitamin B, C, E, H, asam folat dan asam pantotenat. Mengkonsumsi wortel memberikan banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya meningkatkan penglihatan, menurunkan kolesterol dan memperbaiki pencernaan. Wortel pertama kali digunakan untuk tujuan medis tetapi seiring berjalannya waktu, wortel juga dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Wortel merupakan sumber penting senyawa bioaktif dengan efek menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia. Wortel dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, baik dimakan mentah ataupun dimasak. Wortel terkenal karena kaya antioksidan, terutama betakaroten. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat konsumsi wortel di seluruh dunia terus meningkat karena manfaat dan nutrisi yang dimiliki wortel. Berdasarkan bentuk umbinya, wortel dibedakan menjadi tiga varietas yaitu:

  1. Tipe Imprerator

Wortel tipe imprerator memiliki bentuk umbi bulat memanjang dengan ujung meruncing seperti kerucut berukuran 20-30cm, berwarna oranye, sedikit tipis dan memiliki rasa yang kurang manis.

  1. Tipe Chantenay

Wortel tipe ini memiliki bentuk umbi bulat panjang dengan ujung tumpul berukuran 15-20cm, memiliki tekstur yang lebih kasar dari kebanyakan wortel dan memiliki rasa yang manis.

  1. Tipe Nantes

Jenis wortel Nantes merupakan gabungan dari wortel jenis Imperator dan jenis Chantenay. Wortel jenis ini memiliki ukuran 10-15cm,  berwarna oranye gelap, berbentuk bulat tumpul, memiliki kandungan air yang lebih tinggi dan memiliki diameter dari atas hingga bawah sama.

Budidaya wortel cocok dilakukan di daerah dataran tinggi diatas 1000 mdpl dan di lahan yang subur, mengandung banyak unsur hara dengan pH 6-7 serta bersuhu udara dingin dan lembab. Sebelum penanaman, rendamlah benih wortel dengan air dingin selama satu malam agar benih cepat berkecambah, setelah itu tiriskan benih dan tunggu hingga setengah kering. Dibutuhkan sekitar 3-5 kg benih untuk setiap hektarnya.

Lahan untuk budidaya wortel harus di cangkul terlebih dahulu sedalam 40cm agar gembur dan memberikan keleluasaan pada umbi untuk tumbuh. Setelah itu, buatlah bedengan dengan tinggi 20-30cm kemudian lakukan pemupukan dasar dengan campuran pupuk kompos dan pupuk kandang dengan dosis 15-20 ton per hektar. Benih wortel ditanam dengan kedalaman tanam kurang lebih 3-5 cm dengan jarak 20cm tiap lubangnya.

Tanaman wortel akan tumbuh setelah 10 hari, lakukan pemupukan susulan setelah tanaman berumur satu bulan dengan cara menaburkan pupuk kompos di permukaan bedengan di sekitar tanaman sebanyak 10-15kg per hektarnya. Lakukan pula penyiagan gulma dan penjarangan tanaman agar umbinya dapat tumbuh dengan sempurna dan mendapaktan cukup cahaya matahari. Pengairan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi tanah, jika tanah sangat kering dianjurkan melakukan penyiraman 1-2 kali sehari.

Hama yang sering ditemukan pada tanaman wortel adalah ulat tanah dan kutu daun. Pembasmiannya dapat dilakukan secara manual dengan mencari sarangna kemudian dibasmi, jika makin parah dapat dilakukan penyemprotan pestisida jenis furadan. Sedangkan penyakit yang sering menyerang wortel adalah bercak daun dan bintik akar. Penyakit ini dapat dihindari dengan pemilihan benih yang baik serta selalu menjada kebersihan kebun, rotasi tanam, dan menyemprotkan nematisida.

Tanaman wortel dapat dipanen setelah 3 bulan sejak menyebar benih, pada umur 100-120 hari. Panen wortel yang baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Pemanenan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah terlebih dahulu lalu mencabut umbi lalu di mencuci serta membersihkan tanah yang menempel pada umbi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *