Teknik Budidaya Tanaman Jagung

Eragano > Uncategorized > Teknik Budidaya Tanaman Jagung

 

 

Jagung merupakan salah satu komoditas yang paling sering ditanam petani. Selain gandum dan padi, tanaman jagung (Zea Mays L) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat terpenting di dunia. Jagung memiliki cukup kandungan gizi dan serat kasar yang memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Karena itu di beberapa daerah di Indonesia seperti Nusa Tenggara juga menggunakan jagung sebagai makanan pokok. Tanaman jagung juga merupakan tanaman yang semi-serbaguna, selesai masa panen batang tanaman ini dapat dijadikan sebagai bahan kayu bakar sedangkan klobot tanaman jagung dapat digunakan sebagai papir tembakau atau bungkus dodol. Selain untuk keperluan pangan, jagung juga digunakan untuk bahan baku industri pakan ternak.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Badan Penelitian dan Perkembangan Pertanian (Balitbang) Kementrian  Pertanian, tanaman jagung memiliki 48 jenis varietas unggul. Beberapa varietas unggul jagung hibrida disebutkan memiliki hasil panen tinggi dan tahan terhadap hama atau penyakit tanaman. Jenis tanaman jagung juga dapat dibedakan berdasarkan umur yaitu sebagai berikut:

Jenis

Umur  Tanaman

Contoh Varietas

Jagung berumur pendek (genjah) 75-90 hari Abimanyu, Arjuna, Genjah Warangan
Jagung berumur sedang (tengahan) 90-120 hari Hibrida Pioneer 2, Malin, Pandu, Metro, Hiprida CP1-CP2, Hibrida C1
Jagung beumur panjang >120 hari Bastar, Bima, Kania Putih, dan Varietas Harapan

Jangung termasuk ke dalam jenis tanaman yang tidak sulit untuk di budidayakan karena memiliki relatifitas adaptasi yang cukup tinggi di daerah tropis seperti Indonesia.  Dalam proses budidaya tanaman jagung petani diharuskan untuk teliti memilih bibit jagung dimulai dengan memperhatikan kualitas dari segi kesehatan benih, kemurnian varietas, hingga daya tumbuh benih. Benih yang unggul biasanya memiliki sertifikat seperti benih jagung hibrida. Sebelum proses penanaman benih, petani dapat mencampur benih jagung dengan insektisida atau fungisida seperti Benlate, Furadan, serta Vapam agar benih terhindar dari jamur, lalat benih, dan ulat agrotis.

Untuk meminimalkan pengairan, ada baiknya penanaman jagung dimulai pada awal musim hujan. Meskipun memiliki daya adaptasi yang tinggi, saat  membudidayakan jagung petani perlu memperhatikan tanah dan lahan yang akan digunakan. Pastikan tanah memiliki kandungan hara yang baik serta memiliki pH antara 5-8. Berikut merupakan langkah-langkah budidaya tanaman jagung:

  • Melakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul agar tanah menjadi gembur serta membersihkan lahan dari gulma, setelah itu diamkan selama satu minggu untuk dianginkan
  • Membuat bendengan dengan ukuran lebar 1 meter dan ketinggian 20-30cm
  • Campurkan tanah dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per 2 hektar lahan. Hal ini dilakukan agar pH tanah tetap terjaga dan mengurangi resiko membusuknya akar karena tingkat keasaman tanah yang terlalu tinggi.
  • Melakukan pemupukan dasar menggunakan campuran kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi. Kotoran ayam meningkatkan kandungan nitrogen sedangkan kotoran kambing atau sapi dapat meningkatkan kandungan kalium serta fosfat di dalam tanah. Pastikan perbandingan antara kotoran ayam dan kotoran sapi atau kambing adalah 1:1,
  • Membuat lubang tanam sedalam 4-5cm dengan jarak antar lubang tanam antara 60-75cm
  • Memasukan dua benih jagung di setiap lubangnya dan menutupnya kembali dengan tanah yang sudah dicampur pupuk.
  • Setelah tanaman jagung berusia 2 minggu, lakukan proses penyiangan 1 kali dalam 2 minggu serta lakukan proses pembubunan agar batang tanaman jagung lebih kokoh dan menjaga kondisi akar tetap tertutup tanah.
  • Lakukan proses penjarangan dengan cara mencabut tanaman dengan kondisi kurang sehat dan menggatinya dengan tanaman yang baik.

Dalam proses budidaya tanaman jagung sering ditemukan hama penggerek, kutu daun, penggerek tongkol, tikus, serta belalang. Sedangkan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman jagung yaitu penyakit bule dan penyakit karatan. Selain itu petani perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman, dengan cara melakukan proses penyemprotan dan pembasmian tanaman jagung yang sudah terinfeksi penyakit, tergantung pada jenis penyakit atau hama yang menyerang. Proses pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara seperti berikut:

Nama Hama atau Penyakit

Dampak

Cara Pengendalian

Hama Pengerek Batang (O. Furnacalis) Larva pengerek memakan batang tanaman jagung Rotasi tanam dengan kedelai maupun kacang tanah

Pemotongan Bungan jantan dan penentuan waktu tanam agar tidak bentrok dengan ledakan hama

memanfaatkan musuh alami mereka yaitu Trichogramma spp dan Euborellia annulata

Hama Ulat Tongkol (H. armigera) Menyerang tongkol tanaman jagung Melakukan pengolahan tanah untuk mengurangi populasi ulat tongkol pada musim tanam berikutnya
Kutu daun (R. maidis) Mengeluarkan sejenis embun pada daun yang kemudian berubah menjadi hitam Melakukan cara tanam tumpang sari dengan tanaman lain,

menggunakan musuh alami seperti Coccinella sp., Micraspis sp, dan Lysiphlebus mirzai.

Belalang (Oxya spp.) Mengganggu pertumbuhan tanaman jagung Menggunakan musuh alami belalang seperti burung dan laba-laba.
Tikus Menyerang jagung yang ditanam di lahan persawahan, memakan jagung muda. Melakukan pemburuan serta membunuh tikus dari sarangnya.
Penyakit Bule Menyerang tongkol jagung dan ditandai dengan adanya permukaan jagung begaris-garis hingga kuning dikuti dengan warna kecoklatan pemilihan jenis varietas benih yang tahan terhadap penyakit, selain itu melakukan pemusnahan tanaman yang sudah terinfeksi penyakit, menanam sesuai pada musim tanam, dan melakukan rotasi tanam.
Penyakit Karatan Bisul yang berwarna kecoklatan sampai warna jingga di permukaan daun jagung bagian atas. melakukan pemilihan varietas benih unggul, menjaga kebersihan kebun serta menggunakan aplikasi biopestisida jika bisul muncul pada permukaan daun.

 

Pada umumnya masa panen jagung dilakukan pada saat tanaman mencapai usia 85-95 hari (atau bisa sesuai dengan kebutuhan seperti contohnya babycorn) dengan ciri-ciri tanaman yang sudah berwarna kekuningan pada bagian daun, batang, dan tongkol jagung, terdapat klobot yang sudah mongering serta serabut yang berwarna hitam dan mengering, dan pada saat di tekan biji bertekstur keras, mengkilat, dan terisi penuh. tanaman jagung dipanen dengan cara memutar bagian tongkol lalu memisahkan jagung dari tangkainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *