Petualangan bertemu PETANI

Eragano > Cows > Petualangan bertemu PETANI

Mungkin diantara kalian banyak yang penasaran mengenai “bagaimana caranya eragano bisa menemukan PETANI lokal yang memiliki integritas, semangat tani yang tinggi dan mau belajar?”

Berbagai cara dilakukan eragano, mulai dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, melakukan teu langsung petani, FGD dan masih banyak cara lainnya.

Saat ini, kamu melihat eragano yang sudah membantu PETANI di berbagai wilayah Indonesia, tersebar dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur. Ternyata proses panjang telah dilalui lho! Seperti apa?

Seperti pengalaman Molina dan Nungky, yang mencari secara langsung PETANI cabai di daerah Kediri. Hmmm, mungkin di benak kita, kegiatan tersebut merupakan kegiatan jalan-jalan kantor, bisa menghabiskan dana kantor, kerja sebentar dan jalan-jalan yang banyak.

Tapi ternyata salah besar!, dalam melakukan petualangan mencari PETANI, molina dan nungky pun sangat efisien menggunakan fasilitas kantor dan berlomba dengan waktu.

Ya! Biasanya memang hanya 2 hari,waktu yang diperlukan untuk kita bisa capture PETANI dan penetrate eragano di daerah tersebut.

Pengalaman yang tidak mungkin dilupakan oleh Molina dan Nungky, bagaimana bisa dilupakan? Bertemu PETANI kecil merupakan hal tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, bagaimana mereka bahagia merespon eragano, mendengar cerita langsung pengalaman bertani mereka dan banyak lagi, dan yang kedua adalah sensasi petualangannya!, Molina dan Nungky yang terpisah kota ini, sama-sama berangkat sendiri dan bertemu di bandara tujuan.

Dari bandara mereka berdua menaiki mobil travel damri. Ada hal yang lucu yang diceritakan Molina, karena mereka manaiki travel umum jadi sudah tentu penumpangnya tidak hanya mereka berdua tetapi juga dengan beberapa orang yang ternyata warga daerah tersebut. Kebiasaan warga daerah tersebut yang lebih senang menggunaan AC alam dibanding Air Conditioning mengakibatkan, sepanjang perjalanan 4 kaca mobil dibuka lebar. Dan itu pada malam hari!, kebayang kan gimana angin yang menusuk badan?

Walaupun kedinginan dan masuk angin tetapi Molina dan Nungky tetap stay cool hingga tempat tujuan. Rencana awal mereka berdua ingin menginap di rumah tante Mbak Nungky, tetapi karena jam menunjukan sudah pukul 1 dini hari, maka kami memutuskan untuk menginap.

Menginap di hotel yang permalam Rp 170.000! itupun hasil googling dadakan.

Di daerah tersebut, kami tidak menyewa mobil rental yang bisa mengantar kami kemana saja tanpa kepanasan dan masuk angin.

Apa yang kami lakukan? Kami googling tempat sewa sepeda motor. Hanya ada satu tempat rental motor di daerah tersebut, alhasil semua motor sudah disewakan.

Kami pun tidak hilang akal, kami berinisiatif meminjam motor mbak-mbak resepsionis hotel. Bermodalkan motor sewaan kami bergerilya mencari petani langsung

Lebih dari 100 Km bulak balik kami tempuh dengan menggunakan motor, menyambang langsung rumah PETANI dan rumah buruh tani.

Tetapi semua lelah terbayar ketika kami mendengar ucapan terimakasih dan melihat wajah senang PETANI yang kami temui.

Lelah kami menjadi sesuatu bagi orang lain, dan letih kami menjadi letih yang bermanfaat terlebih untuk membantu PETANI kecil Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *